Welcome

Welcome To My Blog

Jumat, 21 Desember 2012

PERENCANAAN #refleksiakhirtahun


Allah menginginkan perencanaan dalam hidup hambaNya

#refleksiakhirtahun

malam renungan tdk sama dengan muhasabah/evaluasi diri

#refleksiakhirtahun

yang terpenting adalah menambah nilai hidup bukan volume hidup

#refleksiakhirtahun

Hidup sebentar prestasi padat #refleksiakhirtahun

Evaluasi akan terukur jk indikatornya tertulis (perencanaan)

#refleksiakhirtahun

Perencanaan itu Ibadah, Ilmu, Karya, Finansial

#refleksiakhirtahun

Ilmu itu harus bertambah seiringnya bertambah masalah

#refleksiakhirtahun

Evaluasi harus ada data tidak bisa disclaimer dengan kira2

#refleksiakhirtahun

Dengan ilmu masalah besar jadi kecil, tanpa ilmu masalah kecil

jadi besar #refleksiakhirtahun

dan pd akhirnya harus menjadi min. salah satu pilar

pembangunan : Pemimpin, Konglongmerat, Ilmuan, Profesional

#refleksiakhirtahun

Buat Perencanaan untuk 2013 :) #refleksiakhirtahun

#refleksiakhirtahun,, mari evaluasi diri semoga 2013 lebih

baik :)

#refleksiakhirtahun Semoga Perencanaan di 2013 dapat

terealisasikan :)


Taujih Ust.Suparyono Garuda Keadilan Garuda Keadilan Depok

Sabtu, 01 Desember 2012

Pemuda yang dicintai Allah



“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata: "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran." QS. Al kahfi 13-14



Ciri yang pertama : Allah mengatakan, mereka itu adalah pemuda. Pemuda yang bagaimana yang dipuji oleh Allah ini? Allah katakana mereka adalah pemuda yang amanu, pemuda yang mempunyai keyakinan, pemuda yang mempunyai kedalaman iman dan pemuda yang memiliki keteguhan hati. Dan kekuatan……kekuatan itu bersumber dari imannya kedapa Allah SWT.

Ciri yang kedua, pemuda hari ini adalah pemuda yang selalu meminta kekuatan kepada Allah dalam langkah perjuangannya, pemuda yang memohon petunjuk kepada Allah akan arah perjuangannya dan pemuda yang meminta kepada Allah agar di mudahkan dan dikuatkan dalam perjuangannya. Pemuda hari ini harus lebih mendekatkan diri kepada Allah agar diberikan petunjuk yang jika Allah SWT inginkan maka tak ada seorang jua pun yang dapat menghilangkannya dari hadapan.

Kemudaian ciri yang ketiga adalah, Warabatna ala kulubihim. Kata Allah, kami teguhkan hatinya, kami kokohkan tekadnya, kami gembleng keyakinannya… Para pemuda harus memiliki keteguhan hati. Dalam langkah perjuangan bukan tak mungkin banyak hal yang selalu menyebabkan diri ingin meninggalkan medan pertempuran, mundur mengalah dan lemah akan cobaan yang ada. Namun pemuda dituntut untuk berupaya sekeras mungkin seraya memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan hati tatkala berjuang seperti pada pemuda diri kahfi.

Kemudian Allah menggambarkan karakter perjuangan pemuda, idzkomu fakolu. Ini adalah cirikeempat yang harus dimiliki pemuda yakni mereka bangkit dan berkata. Pemuda tidak rela untuk duduk-duduk, pemuda tidak rela untuk berpangku tangan, dia selau bangkit dan bangkit untuk terus berjuang….Pemuda, selamanya mempunyai semangat kebangkitan ketika yang lain lumpuh. Pemuda selamanya mempunyai semangat kebangkitan ketika yang lainnya lesu. Pemuda selalu memberikan inspirasi akan kebangkitan ketika yang lain bosan. Pemuda bersifat deklaratif, bersifat proklamatif, dan berjuang dengan atraktif. Pemuda tidak pernah menutup mulutynya karena ketakutan, pemuda tidak pernah gemetaran kakinya karena ancaman, pemuda tidak pernah lunglai lututnya karena tekanan dan penderitaan.

Samarinda, 27 Oktober 2012Oleh : Dwipa Aprianur, Samarinda Kalimantan Timur

Menikah Itu Untuk Selamanya



Menikah Itu Untuk Selamanya 

Pernikahan tidak boleh diniatkan untuk jangka waktu tertentu. Saat melaksanakan akad nikah, tidak boleh terbersit ada pikiran untuk membatasi usia pernikahan dalam suatu rentang waktu. Pernikahan tidak boleh bermotivasi coba-coba, atau eksperimen, atau semacam itu.

“Sekarang yang penting nikah dulu, besok kalau tidak cocok ya cerai saja”.

“Sekarang dicoba dulu, kalau bahagia diteruskan, kalau tidak bahagia cerai saja”.

Jangan pernah berpikir untuk bercerai. Jangan ada kalimat “kalau nanti tidak cocok”. Nikah itu diniatkan seumur hidup, selamanya. Bukan suatu eksperimen atau percobaan. Oleh karena itu, dalam menempuh proses dari awalnya, harus disertai kelurusan dan kekuatan motivasi. Pernikahan adalah sebuah gerbang kehidupan, yang akan menentukan corak atau warna seseorang dalam waktu yang lama. Kebaikan atau keburukan seseorang, bermula dari kondisi keluarga.

Pernikahan adalah ibadah. Di dalamnya kita tengah menunaikan ketentuan-ketentuan agama yang sakral. Berhubungan suami isteri saja, dinilai sebagai ibadah. Maka ada adab atau etika yang menyertai prosesi hubungan suami isteri. Kenikmatan yang bisa didapatkan dari hubungan seksual adalah bagian dari rasa kesyukuran kepada kemurahan Tuhan. Karena ada dimensi ketuhanan yang sangat kuat dalam keluarga, tidak layak menjadikan pernikahan sebagai permainan atau coba-coba.

Menghadapi Keguncangan Rumah Tangga 

Tidak ada keluarga yang tanpa masalah. Semua keluarga pasti memiliki sejumlahj permasalahan. Namun keguncangan dalam rumah tangga sesungguhnya bisa diselesaikan. Berbagai persoalan, konflik, ketidakcocokan dan lain sebagainya, harus bisa dihadapi dengan sepenuh kesiapan jiwa. Suami dan isteri harus berada dalam posisi yang sama setiap kali bertemu persoalan kerumahtanggaan.

“Ini masalah kamu, bukan masalahku”.

“Kamu yang bermasalah, bukan aku”.

Kalimat-kalimat tersebut sangat arogan dan akan semakin memperuncing permasalahan. Semestinya suami dan isteri saling mendekat, dan bersama-sama mengupayakan jalan keluar dari setiap masalah yang datang. Tidak bersikap saling menyalahkan, tidak bersikap saling melempar kesalahan. Namun memahaminya sebagai persoalan bersama.

“Ini masalah kita berdua. Ayo kita selesaikan bersama”.

Kalimat itu lebih positif dan menyejukkan jiwa. Suami dan isteri harus mampu melampaui setiap persoalan yang datang menghadang, karena memang tidak bisa dihindarkan. Yang bisa kita lakukan adalah menghadapinya dengan pikiran jernih, hati bening, jiwa terbuka, sehingga semua masalah mampu kita jadikan sarana menguatkan rasa cinta dalam keluarga.

Selamat pagi, selamat beraktivitas.
Cahyadi Takariawan
Penulis Buku "Wonderful Family", Senior Editor PT Era Adicitra Intermedia, Anggota IKAL-XLV, Pengasuh Pengajian Permata (Pernik-pernik Rumah Tangga)

Rabu, 07 November 2012

Karena wanita muslimah sangat berharga :)



( AKHIR ZAMAN ) MODERNISASI BANGGA AURAT - Wanita adalah korban. Korban yang udah dibohongin mentah- mentah dengan konsep dan pikiran peradaban barat yang dikuasai zionis yahudi yang jelas- jelas nggak bener. Mereka berniat membuat wanita sebagai bahan pemanis yang setiap saat bisa di pajang atau di delete, bisa di pelototin dengan gratis, dan kalau udah puas bisa ditinggal deh kapan aja. Dan celakanya, banyak yang mau ngikutin mereka. Dan nggak hanya suka, mereka malah merasa bangga lagi, astagfirullah...



Ini persis banget dengan yang telah disabdakan Rasulullah salallahu alaihi wassalam, "Tidak akan kiamat sebelum umatku mengikuti apa- apa yang telah dilakukan bangsa- bangsa terdahulu, selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta. Diantara para sahabat ada yang bertanya, ya rasulullah apakah yang dimaksud disini adalah bangsa- bangsa Yahudi dan Nasrani? Rasulullah menjawab : Siapa lagi (kalau bukan mereka) (HR. Bukhari)



Selain itu, peran media juga nggak kalah tangguh dalam menggalakkan ajang- ajang lomba yang menjanjikan ketenaran dan uang, yang akhirnya banyak menyedot perhatian. Nggak cuma buat yang ikut serta, tapi juga para penontonnya. Terbukti, lewat media itulah pengaruh habis- habisan di sebarkan.



Mereka nggak perduli walau disana mereka di suruh "buka- bukaan" habis- habisan atau didandani macam lenong, yang penting popularitas dan uang ada di genggaman. Memang banyak yang akhirnya "berhasil". Tapi.... apa mereka bahagia ? nggak juga tuch. Semua hal dunia yang mereka punya nyatanya menjamin mereka tenang dan happy. Buktinya, banyak yang hidupnya makin nggak jelas. Narkoba, seks bebas, dan dunia malam adalah contoh kecil dari kegiatan mereka selanjutnya. Sayang banget, kesemua hal itu ternyata malah makin menyengsarakan mereka.



Itu baru di dunia. Diakherat malah bakalan lebih dahsyat. Abu Hurairah radhiyallahu �anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam bersabda: �Dua golongan dari penghuni neraka yang belum aku temui; suatu kaum yang selalu membawa cemeti bagaikan ekor-ekor sapi, dengannya dia memukuli manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, cenderung tidak taat, berjalan melenggak-lenggok, rambut mereka seperti punuk onta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga tercium dari jarak sekian�. (HR. Muslim)



Ingatlah tentang firman Allah dalam QS Al-Ahzab ayat 59 berikut, ��Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu��. Allah selalu tahu yang terbaik buat kita, jadi nggak ada alasan buat kita untuk jadi pembangkang. Tutup aurat kamu dengan rapi, dan tunjukkan pada dunia kalo wanita Muslimah itu berharga :)

Selasa, 31 Juli 2012

Sebuah Pertemuan


Album : See You D IPT
Munsyid : Unic




Ketika diri mencari sinar
Secebis cahaya menerangi laluan
Ada kalanya langkahku tersasar
Tersungkur di lembah kegelapan

Bagaikan terdengar bisikan rindu
Mengalun kalimah menyapa keinsafan
Kehadiranmu menyentuh kalbu
Menyalakan obor pengharapan

C/O 1:
Tika ku kealpaan
Kau bisikkan bicara keinsafan
Kau beri kekuatan, tika aku
Diuji dengan dugaan?
Saat ku kehilangan keyakinan
Kau nyalakan harapan
Saat ku meragukan keampunan Tuhan
Kau katakan rahmat-Nya mengatasi segala

(*) Menitis airmataku keharuan
Kepada sebuah pertemuan
Kehadiranmu mendamaikan
Hati yang dahulu keresahan

Cinta yang semakin kesamaran
Kau gilap cahaya kebahagiaan
Tulus keikhlasan menjadi ikatan
Dengan restu kasih-Mu, oh Tuhan

C/O 2:
Titisan air mata menyubur cinta
Dan rindu pun berbunga
Mekar tidak pernah layu
Damainya hati
Yang dulu resah keliru
Cintaku takkan pudar diuji dugaan
Mengharum dalam harapan
Moga kan kesampaian kepada Tuhan
Lantaran diri hamba kerdil dan hina

Ulang (*)

Syukur sungguh di hati ini
Dikurniakan teman sejati
Menunjuk jalan dekati-Nya
Tika diri dalam kebuntuan

Betapa aku menghargai
Kejujuran yang kau beri
Mengajarku mengenal erti
Cinta hakiki yang abadi

Tiada yang menjadi impian
Selain rahmat kasih-Mu Tuhan
Yang terbias pada ketulusan
Sekeping hati seorang insan
Bernama teman

Mahligai Kasih

Album : You And I See
Munsyid : Unic
http://liriknasyid.com


Duhai kasih cuba kau dengarkan
Bisik hati penuh kejujuran
Dengan sepenuh keikhlasan
Ku dambakan pengertian

Jangan kau dengar fitnah dunia
Kerna ianya dusta semata
Menghancurkan kesucian
Jalinan kebahagiaan

Sebenarnya aku merasa
Sinar cahaya yang gemilang
Ketika kau beriku harapan

Dan sering aku harapkan
Cinta berlandas keimanan
Dan kasih suci kita kan diberkati

C/o:
Ku cuba sedaya
Agar dirahmati perhubungan yang telah terbina
Kerna pasti aku
Yang akan merasa pedihnya kehilangan insan sepertimu

Tuhan berikanlah
Ketabahan hatiku untuk membina impian kasihku
Bersama mengharapkan
Ketulusan cinta ini untuk membina mahligai bahgia..

Lagu & Lirik : Mustaqim & Putra Aiman
Hijjaz Records Sdn. Bhd.


Senin, 30 Juli 2012


Yang menjaga dan terjaga karena hijabnya #wanitashalihah
Yang selalu diberkahi kehidupan dunia akhiratnya #wanitashalihah
Yang selalu diberi ketenangan dan kedamaian di hati dan orang-orang disisinya #wanitashalihah
Yang menjaga cinta tertinggi hanya kepada Tuhannya #wanitashalihah
Yang dirindukan karena ketulusannya #wanitashalihah
Baktinya sepenuh jiwa kepada kedua orang tuanya #wanitashalihah
Bahtera kehidupan barunya dipenuhi dengan ketaatan kepada suminya #wanitashalihah
Sayang dan kasihnya kepada sesama  menyejukan pandangan yang melihatnya #wanitashalihah
Permata terindah dan terbaik dunia akhirat #wanitashalihah
Menjadi #wanitashalihah adalah kemuliaan bagi setiap muslimah
#wanitashalihah harapan agama :')

Kamis, 14 Juni 2012

Mencintai Penanda Dosa


Dalam hidup, Allah sering menjumpakan kita dengan orang-orang yang membuat hati bergumam lirih, “Ah, surga masih jauh.” Pada banyak kejadian, ia diwakili oleh orang-orang penuh cahaya yang kilau keshalihannya kadang membuat kita harus memejam mata.
Dalam tugas sebagai Relawan Masjid di seputar Merapi hari-hari ini, saya juga bersua dengan mereka-mereka itu. Ada suami-isteri niagawan kecil yang oleh tetangganya sering disebut si mabrur sebelum haji. Selidik saya menjawabkan, mereka yang menabung bertahun-tahun demi menjenguk rumah Allah itu, menarik uang simpanannya demi mencukupi kebutuhan pengungsi yang kelaparan dan kedinginan di pelupuk mata.
“Kalau sudah rizqi kami”, ujar si suami dengan mata berkaca nan manusiawi, “Kami yakin insyaallah akan kesampaian juga jadi tamu Allah. Satu saat nanti. Satu saat nanti.” Saya memeluknya dengan hati gerimis. Surga terasa masih jauh di hadapan mereka yang mabrur sebelum berhaji.
Ada lagi pengantin surga. Keluarga yang hendak menikahkan dan menyelenggarakan walimah putra-putrinya itu bersepakat mengalihkan beras dan segala anggaran ke barak pengungsi. Nikah pemuda-pemudi itu tetap berlangsung. Khidmat sekali. Dan perayaannya penuh doa yang mungkin saja mengguncang ‘Arsyi. Sebab semua pengungsi yang makan hidangan di barak nan mereka dirikan berlinangan penuh  haru memohonkan keberkahan.
Catatan indah ini tentu masih panjang. Ada rumah bersahaja berkamar tiga yang menampung seratusan pelarian musibah. Untuk pemiliknya saya mendoa, semoga istana surganya megah gempita. Ada juru masak penginapan berbintang yang cutikan diri, membaktikan keahlian di dapur umum. Ada penjual nasi gudheg yang sedekahkan 2 pekan dagangannya bagi ransum para terdampak bencana. Semoga tiap butir nasi, serpih sayur, dan serat lelaukan bertasbih untuk mereka.
Ada juga tukang pijit dan tukang cukur yang keliling cuma-cuma menyegarkan raga-raga letih, barak demi barak. Ad dokter-dokter yang rela tinggalkan kenyamanan ruang berpendingin untuk berdebu-debu dan berjijik-jijik. Ada  lagi para mahasiswa dan muda-mudi yang kembali mengkanakkan diri, membersamai dan menceriakan bocah-bocah pengungsi. Semua kebermanfaatan surgawi itu, sungguh membuat iri.
***
“Ah, surga masih jauh.”
Setelah bertaburnya kisah kebajikan, izinkan kali ini saya justru mengajak untuk menggumamkan keluh syahdu itu dengan belajar dari jiwa pendosa. Jiwa yang pernah gagal dalam ujian kehidupan dariNya. Mengapa tidak? Bukankah Al Quran juga mengisahkan orang-orang gagal dan pendosa yang berhasil melesatkan dirinya jadi pribadi paling mulia?
Musa pernah membunuh orang. Yunus bahkan sempat  lari dari tugas risalah yang seharusnya dia emban. Adam juga. Dia gagal dalam ujian untuk tak mendekat pada pohon yang diharamkan baginya. Tapi doa sesalnya diabadikan Al Quran. Kita membacanya penuh takjub dan khusyu’. “Rabb Pencipta kami, telah kami aniaya diri sendiri. Andai Kau tak sudi mengampuni dan menyayangi, niscaya jadilah kami termasuk mereka yang rugi-rugi.” Mereka pernah menjadi jiwa pendosa, tetapi sikap terbaik memuliakan kelanjutan sejarahnya.
Kini izinkan saya bercerita tentang seorang wanita yang selalu mengatakan  bahwa dirinya jiwa pendosa. Kita mafhum, bahwa tiap pendosa yang bertaubat, berhijrah, dan  berupaya memperbaiki diri umumnya tersuasanakan untuk membenci apa-apa yang terkait dengan masa lalunya. Hatinya tertuntun untuk tak suka pada tiap hal yang berhubungan dengan dosanya. Tapi bagaimana jika ujian berikut setelah taubat adalah untuk mencintai penanda dosanya?
Dan wanita dengan jubah panjang dan jilbab lebar warna ungu itu memang berjuang untuk mencintai penanda dosanya.
“Saya hanya ingin berbagi dan mohon doa agar dikuatkan”, ujarnya saat kami bertemu di suatu kota selepas sebuah acara yang menghadirkan saya sebagai penyampai madah. Didampingi ibunda dan adik lelakinya, dia mengisahkan lika-liku hidup yang mengharu-birukan hati. Meski sesekali menyeka wajah dan mata dengan sapu tangan, saya insyaf, dia jauh lebih tangguh dari saya.
“Ah, surga masih jauh.”
Kisahnya dimulai dengan cerita indah di semester akhir kuliah. Dia muslimah nan taat, aktivis dakwah yang tangguh, akhwat yang jadi teladan di kampus, dan penuh dengan prestasi yang menyemangati rekan-rekan. Kesyukurannya makin lengkap tatkala prosesnya untuk menikah lancar dan mudah. Dia tinggal menghitung hari. Detik demi detik serasa menyusupkan bahagia di nafasnya.
Ikhwan itu, sang calon suami, seorang lelaki yang mungkin jadi dambaan semua sebayanya. Dia berasal dari keluarga tokoh terpandang dan kaya raya, tapi jelas tak manja. Dikenal juga sebagai ‘pembesar’ di kalangan para aktivis, usaha yang dirintisnya sendiri sejak kuliah telah mengentas banyak kawan dan sungguh membanggakan. Awal-awal, si muslimah nan berasal dari keluarga biasa, seadanya, dan bersahaja itu tak percaya diri. Tapi niat baik dari masing-masing pihak mengatasi semuanya.
Tinggal sepekan lagi. Hari akad dan walimah itu tinggal tujuh hari menjelang, ketika sang ikhwan dengan mobil barunya datang ke rumah yang dikontraknya bersama akhwat-akhwat lain. Sang muslimah agak terkejut ketika si calon suami tampak sendiri. Ya, hari itu mereka berencana meninjau rumah calon tempat tinggal yang akan mereka surgakan bersama. Angkahnya, ibunda si lelaki dan adik perempuannya akan beserta agar batas syari’at tetap terjaga.
“’Afwan Ukhti, ibu dan adik tidak jadi ikut karena mendadak uwak masuk ICU tersebab serangan jantung”, ujar ikhwan berpenampilan eksekutif muda itu dengan wajah sesal dan merasa bersalah. “’Afwan juga, adakah beberapa akhwat teman Anti yang bisa mendampingi agar rencana hari ini tetap berjalan?”
“Sayangnya tidak ada. ‘Afwan, semua sedang ada acara dan keperluan lain. Bisakah ditunda?”
“Masalahnya besok saya harus berangkat keluar kota untuk beberapa hari. Sepertinya tak ada waktu lagi. Bagaimana?”
Akhirnya dengan memaksa dan membujuk, salah seorang kawan kontrakan sang Ukhti berkenan menemani mereka. Tetapi bi-idzniLlah, di tengah jalan sang teman ditelepon rekan lain untuk suatu keperluan yang katanya gawat dan darurat. “Saya menyesal membiarkannya turun di tengah perjalanan”, kata muslimah itu pada saya dengan sedikit isak. “Meskipun kami jaga sebaik-baiknya dengan duduk beda baris, dia di depan dan saya di belakang, saya insyaf, itu awal semua petakanya. Kami terlalu memudah-mudahkan. AstaghfiruLlah.”
Ringkas cerita, mereka akhirnya harus berdua saja meninjau rumah baru tempat kelak surga cinta itu akan dibangun. Rumah itu tak besar. Tapi asri dan nyaman. Tidak megah. Tapi anggun dan teduh.
Saat sang muslimah pamit ke kamar mandi untuk hajatnya, dengan bantuan seekor kecoa yang membuatnya berteriak ketakutan, syaithan bekerja dengan kelihaian menakjubkan. “Di rumah yang seharusnya kami bangun surga dalam ridhaNya, kami jatuh terjerembab ke neraka. Kami melakukan dosa besar terlaknat itu”, dia tersedu. Saya tak tega memandang dia dan sang ibunda yang menggugu. Saya alihkan mata saya pada adik lelakinya di sebalik pintu. Dia tampak menimang seorang anak perempuan kecil.
“Kisahnya tak berhenti sampai di situ”, lanjutnya setelah agak tenang. “Pulang dari sana kami berada dalam gejolak rasa yang sungguh menyiksa. Kami marah. Marah pada diri kami. Marah pada adik dan ibu. Marah pada kawan yang memaksa turun di jalan. Marah pada kecoa itu. Kami kalut. Kami sedih. Merasa kotor. Merasa jijik. Saya terus menangis di jok belakang. Dia menyetir dengan galau. Sesal itu menyakitkan sekali. Kami kacau. Kami merasa hancur.”
Dan kecelakaan itupun terjadi. Mobil mereka menghantam truk pengangkut kayu di tikungan. Tepat sepekan sebelum pernikahan.
“Setelah hampir empat bulan koma”, sambungnya, “Akhirnya saya sadar. Pemulihan yang sungguh memakan waktu itu diperberat oleh kabar yang awalnya saya bingung harus mengucap apa. Saya hamil. Saya mengandung. Perzinaan terdosa itu membuahkan karunia.” Saya takjub pada pilihan katanya. Dia menyebutnya “karunia”. Sungguh tak mudah untuk mengucap itu bagi orang yang terluka oleh dosa.
“Yang lebih membuat saya merasa langit runtuh dan bumi menghimpit adalah”, katanya terisak lagi, “Ternyata calon suami saya, ayah dari anak saya, meninggal di tempat dalam kecelakaan itu.”
“SubhanaLlah”, saya memekik pelan dengan hati menjerit. Saya pandangi gadis kecil yang kini digendong oleh sang paman itu. Engkaulah rupanya Nak, penanda dosa yang harus dicintai itu. Engkaulah rupanya Nak, karunia yang menyertai kekhilafan orangtuamu. Engkaulah rupanya Nak, ujian yang datang setelah ujian. Seperti perut ikan yang menelan Yunus setelah dia tak sabar menyeru kaumnya.
“Doakan saya kuat Ustadz”, ujarnya. Tiba-tiba, panggilan “Ustadz” itu terasa menyengat saya. Sergapan rasa tak pantas serasa melumuri seluruh tubuh. Bagaimana saya akan berkata-kata di hadapan seorang yang begitu tegar menanggung semua derita, bahkan ketika keluarga almarhum calon suaminya mencampakkannya begitu rupa. Saya masih bingung alangkah teganya mereka, keluarga yang konon kaya dan terhormat itu, mengatakan, “Bagaimana kami bisa percaya bahwa itu cucu kami dan bukan hasil ketaksenonohanmu dengan pria lain yang membuat putra kami tersayang meninggal karena frustrasi?”
“Doakan saya Ustadz”, kembali dia menyentak. “Semoga keteguhan dan kesabaran saya atas ujian ini tak berubah menjadi kekerasan hati dan tak tahu malu. Dan semoga sesal dan taubat ini tak menghalangi saya dari mencintai anak itu sepenuh hati.” Aduhai, surga masih jauh. Bahkan pinta doanya pun menakjubkan.
Allah, sayangilah jiwa-jiwa pendosa yang memperbaiki diri dengan sepenuh hati. Allah, jadikan wanita ini semulia Maryam. Cuci dia dari dosa-dosa masa lalu dengan kesabarannya meniti hari-hari bersama sang buah hati. Allah, balasi tiap kegigihannya mencintai penanda dosa dengan kemuliaan di sisiMu dan di sisi orang-orang beriman. Allah, sebab ayahnya telah Kau panggil, kami titipkan anak manis dan shalihah ini ke dalam pengasuhanMu nan Maha Rahman dan Rahim.
Allah, jangan pula izinkan hati kami sesedikit apapun menghina jiwa-jiwa pendosa. Sebab ada kata-kata Imam Ahmad ibn  Hanbal dalam Kitab Az Zuhd yang selalu menginsyafkan kami. “Sejak dulu kami menyepakati”, tulis beliau, “Bahwa jika seseorang menghina saudara mukminnya atas suatu dosa, dia takkan mati sampai Allah mengujinya dengan dosa yang semisal dengannya.”
Catatan Salim A fillah

-salim a. fillah, www.safillah.co.cc-
NB: sahibatul hikayah berpesan agar kisah ini diceritakan untuk berbagi tentang betapa pentingnya menjaga iman, rasa taqwa, dan tiap detail syari’atNya di tiap langkah kehidupan. Juga agar ada pembelajaran untuk kita bisa memilih sikap terbaik menghadapi tiap uji kehidupan. Semoga Allah menyayanginya.

Keutamaan Shalat Berjamaah


Pahala Shalat Berjamaah
Senin, 11 Juli 2011 14:32 WIB
Oleh Syamsu Hilal

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Shalat berjamaah lebih utama 27 derajat dibandingkan shalat sendirian." (HR Bukhari dan Muslim). Dengan alasan ini, seperti diceritakan Jabir ra, saking inginnya mendapatkan keutamaan pahala shalat berjamaah di masjid, banyak sahabat dari Bani Salamah terdorong pindah rumah mendekati masjid Nabi.

Mendengar kabar tersebut , Rasulullah  bertanya kepada mereka, "Benarkah kalian ingin pindah rumah mendekati masjid?" Mereka menjawab, "Benar, ya Rasulullah." Nabi bersabda, "Wahai Bani Salamah, tetaplah di tempat kalian, karena setiap langkah kaki kalian ke masjid dicatat satu pahala."

Selain itu, orang yang shalat berjamaah di masjid masih mendapat bonus pahala, yaitu setiap langkah kakinya ke masjid dapat menghapus satu kesalahan. Bahkan, selama menunggu datangnya shalat, dia tetap memperoleh pahala shalat. Setelah itu, selesai shalat, selama ia berada di masjid dan belum batal wudhu, para malaikat berdoa untuknya, "Ya Allah, berkahilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia." (Muttafaqun 'alaih).

Rangkaian shalat dimulai dari berwudhu, yang merupakan sarat sahnya shalat. Dalam hadis yang diriwayatkan Malik, Nasa', Ibnu Majah, dan Hakim, Rasul memberikan penjelasan mengenai wudhu ini. Beliau mengatakan, jika seseorang berwudhu lalu berkumur, maka dosa-dosa keluar dari mulutnya.

Jika orang itu membersihkan hidung, maka dosa-dosa keluar dari hidungnya. Jika dia membasuh muka, maka dosa-dosa keluar dari mukanya hingga dari bawah kelopak matanya. Jika dia membasuh kedua tangan, maka dosa-dosa keluar dari kedua tangannya hingga dari bawah kukunya.

Dan, Jika dia mengusap kepala, maka dosa-dosa keluar dari kepalanya hingga dari kedua telinganya. Jika dia membasuh kedua kaki, maka dosa-dosa keluar dari kedua kakinya hingga dari bawah kuku kakinya. Setelah itu, langkahnya ke masjid dan shalatnya menjadi tambahan pahala baginya.

Ketika datang waktu shalat, azan dikumandangkan di masjid atau mushala maka orang-orang yang mendengar seruan azan disunahkan mengucapkan sebagaimana yang diucapkan muazin. Jika ini dilakukan, orang-orang yang menjawab seruan azan tersebut akan masuk surga.

Selesai azan, kita disunahkan bershalawat dan berdoa untuk Rasulullah. Dengan melakukan ini, niscaya niscaya Allah memberi keberkahan 10 kali lipat dan kita akan mendapat syafaat dari Rasulullah di hari kiamat. Selain itu, sebelum dan atau sesudah shalat fardhu, kita dainjurkan melaksanakn shalat sunah rawatib.

Shalat tersebut berfungsi untuk menyempurnakan shalat fardhu yang kita tunaikan.

Setiap shalat sunah memiliki keutamaan, misalnya, "Dua rakaat shalat sunah sebelum Subuh lebih baik dibandingkan dunia dan seisinya." (HR Ahmad, Muslim, Tirmidzi, dan Nasa`i). Subhanallah, setiap shalat fardhu yang dilaksanakan secara berjamaah di masjid ternyata membawa gerbong pahala sangat besar

Cintaku...



Kuharap Engkau selalu manis

Walau Kehidupan ini begitu pahit

Kuharap engkau ridha

Walau segenap ciptaan, manusia, membenciku

Memarahiku

Memakiku

Semoga antara Kau dan aku selau mesra

Walau jalinan kelindan hubunganku dengan semesta ini begitu rapuh

jika Kasih-Mu tulus padaku

Segalanya tiada arti bagiku

Apalah artinya semesta di atas tanah ini

Semuanya hanya tanah belaka


Berharap ridha Allah,, Rabiah Al Adawiyah





Khuthbah Terakhir ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz rahimahullah

 Yang kemudian beliau menangis, dan tidak pernah beliau berkhuthbah lagi setelah itu sampai wafatnya.

Wahai sekalian manusia,

“Sesungguhnya tidaklah kalian diciptakan dengan sia-sia, dan kalian tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan dilarang. Dan sesungguhnya bagi kalian ada perjanjian yang telah Allah ta’ala turunkan di dalamnya sebagai pemutus perkara dan pembeda di antara kalian. Sungguh telah celaka dan merugi seseorang yang telah keluar dari rahmat Allah yang (padahal) rahmat-Nya itu meliputi segala sesuatu, dan telah celaka dan merugi pula seseorang yang diharamkan baginya al-jannah (surga) yang (padahal) jannah Allah itu seluas langit dan bumi.

Ketahuilah bahwasanya keamanan pada hari esok (hari akhir) adalah bagi orang yang menjaga diri dari adzab Allah dan takut kepada-Nya serta orang yang mau menukar sesuatu yang fana (dunia) dengan sesuatu yang kekal (akhirat), yang mau menukar sesuatu yang sedikit dengan sesuatu yang banyak, dan yang mengganti rasa takut (dengan sebab kemaksiatan) dengan keamanan (menjalankan ketaatan). Tidakkah kalian melihat bahwasanya kalian berada di jalan orang-orang yang akan binasa? Dan kalian akan digantikan oleh orang-orang lain setelah kalian dan seterusnya sampai kalian kembali kepada sebaik-baik pemberi warisan (Allah subhanahu wata’ala)?

Setiap hari kalian berjalan pagi dan petang menuju kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebagiannya telah datang kepadanya keputusan dari Allah dan sebagian yang lain masih menunggu keputusan dari-Nya. Kalian akan lelah untuk terus menempuh jalan yang mendaki, kemudian kalian berdo’a kepada-Nya tanpa sandaran dan juga tanpa aturan, berpisah dengan orang-orang tercinta, terputuslah hubungan kekasih, dan kemudian menetap dalam kubur untuk menuju hari perhitungan, kini dia tergadai dengan amalannya, dia butuh terhadap sesuatu yang akan datang dan merasa cukup dengan yang dia tinggalkan.

Maka bertaqwalah kepada Allah sebelum datangnya kematian dan ketetapan dari Allah. Demi Allah, sesungguhnya aku mengatakan perkataan ini kepada kalian dan aku tidak mengetahui seorang pun yang dosanya lebih banyak daripada dosaku*. 

Dan tidaklah salah seorang dari kalian menyampaikan keperluannya kepadaku kecuali akan aku penuhi kebutuhannya tersebut sebatas kemampuanku. Dan tidaklah salah seorang di antara kalian yang mencukupkan diri dengan apa yang ada pada kami kecuali aku menginginkannya sebagai bagian dari keringat dan dagingku sampai kemudian menjadi sama antara kehidupan kami dengan kehidupan dia.

Dan demi Allah, kalau seandainya aku menginginkan selain hal ini dari kemewahan dan kenikmatan duniawi, maka lisan ini akan merendahkannya dengan sebab-sebab yang telah diketahui. Akan tetapi telah berlaku ketetapan dari Allah dalam kitab-Nya dan Sunnah yang adil, yang membimbing untuk taat kepada-Nya dan melarang dari bermaksiat kepada-Nya.”

Kemudian beliau mengangkat ujung selendangnya dan menangis terisak-isak sampai pingsan yang menyebabkan orang-orang di sekitarnya pun menangis. Kemudian beliau turun dari mimbar dan tidak pernah beliau berkhuthbah lagi setelah itu sampai wafat rahimahullah


*Diri sendiri

Selasa, 12 Juni 2012

Cinta Hakiki

Telah lama cinta terbiar
Dari cinta yang suci
Telah lama cinta tersasar
Dari cinta hakiki

Kerna sekian lamanya
Manusia dibuai cinta nafsu
Kita sering menyangka
Cinta manusia itu yang sejati

Namun lupakah kita
Cinta nafsu selalu mengecewakan
Sering berubah tidak menentu
Seperti pantai dipukul ombak

Cintakan Allah cinta sebenarnya
Itulah cinta yang sejati
Kasihlah sesama manusia
Kerna cinta yang hakiki
Hanya untuk Tuhan Yang Esa

Cintakan Allah tiada kecewa
Engkaukan tenang di waktu susah
Kembalilah kepada Tuhan
Dia kan tetap menanti

Kehadiran hambaNya
Yang sebenar pasrah
Cinta kasih sayangNya tidak bertepi


Bait-baitnya nasyid raihan :)

Like a Kamera


Itu Kenapa aku selalu membawa Kamera kemana pun aku mau, karena aku tidak ingin melupakan kenangan saat itu. Aku ingin selalu mengingatnya, aku ingin agar kebersamaan itu akan tetap indah tak lekang waktu. Ada pengingatan masa-masa indah bersama orang-orang yang aku sayangi.  Pasti kenal ini kamera siapa? haha

Dan yang tak terlupakan



Kaliaaaaaaan, ah selalu membuat ku sedih. Kita sudah jarang bertemu. Kami disibukkan dengan aktivitas masing-masing. Tapi aku yakin kalian akan menyempatkan waktu untuk melepas rindu bersama.

Yang ngga mungkin diungkapkan


Cukup sepertinya bercerita tentang Indahnya Kebersamaan ngga mau cerita yang lain-lain. Yang indah yang lain, belum saat nya diceritakan, hahahahaha. Nanti aja ada session tersendiri, yah tapi ngga disini. Kalau disini ketauan dong, ngga seru ah. Yaudah, terserah. Banyak hal indah lain yang ngga mungkin diungkapkan disini J. Senyum deh buat yang udah baca, semoga kamu bahagia juga ya, aamiin.

Senin, 11 Juni 2012

Cintaku Tak Kan Berubah


Malam semakin larut


Sebelum ku mengenalmu tahu isi hatimu
Sebelum diriku berharga bagimu
Sebelum cinta bersama menjalin rasa
Sebelum cinta tertutur lewat bahasa


Di saat namaku belum kau kenali
Di saat cinta belum memegang kendali
Di saat perasaanku belum kau tahu
Di saat jarak kita masih terlalu jauh


Ku sudah melihatmu di dalam mimpiku
Ku impikan seseorang memegang tanganku
Ku bayangkan senyum indah di depan mataku
Ku lihat kau bahagia mendengar kata-kataku


Di dalam hatiku dari dalam jiwaku
Ku tahu hanya padamu ku kan terpaku
Segenap tenaga daya yg ada padaku
Ku pastikan cintaku tetap berlaku


Reff: hanyalah dirimu 
yg bermain di dalam khayalku
tak sanggup aku melupakan
aku tak sanggup


mungkin sampai nanti
rambutku pun kusam dan memutih
namun cintaku padamu
takkan berubah


Mungkin ku tak selalu menjadi yg terbaik
Mungkin kerap kali ego dan emosi yg naik
Mungkin kita gak selalu hanya tertawa
Mungkin kadang cinta terasa jatuh ke bawah


Tapi ku tahu pasti ada jalan keluar
Ku tahu di pesisir gelap ada mercu suar
Ku tahu cinta pasti kalahkan benci
Ku tahu kasih antara kita telah terkunci


Sewaktu kita sepakat tuk melihat cinta
Sewaktu kita ingat kenangan yg indah
Sewaku kerutan muka berangsur berubah
Sewaktu senyum dan tawa membuat lupa


Itulah saat dimana kita menang bersama
Lupakan arogansi cinta urutan pertama
Di atas segalanya yg terbesar adalah kasih
Ku takkan lupa, ku pasti fasih


Repeat reff


Sampai ku tak lagi kuat untuk berdiri
Sampai ku rasakan lemah kaki kanan dan kiri
Sampai seluruh helai rambutku memutih
Sampai hari tua kita cintaku kan terbukti


Tak peduli kecantikan tak terlihat mata
Tak peduli tak lagi terdengar kata”
Tak peduli saraf tanganku tak terasa
Tak peduli mulutku tak bisa berbahasa


Tapi hatiku pasti akan berbicara
Tapi hatiku pasti akan tunjukkan arah
Tapi hatiku pasti tetap rasakan
Tapi hatiku pasti kan tetap katakan


Kau mencintaiku dan ku mencintaimu
Ku ingin di sisimu di sisa hari-hariku
Dan ku harap kita bisa pergi berdua
Tinggalkan dunia ini di hari tua


Repeat reff




Haha,, kocak ye masi suka sama lagu2,, tapi ini syair boleh juga  :)

Taghyir

Dakwah adalah upaya untuk melakukan taghyir (perubahan) dari yang tidak adil menjadi adil. dari yang tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari yang korupsi menjadi tidak korupsi. Sejatinya dakwah adalah upaya mengembalikan dan menempatkan sesuatu sesuai haknya.

"Inna shalati waa nusuki wamah yahya wa ma maati Lillahirobbil aalaamin"

Untukmu Selalu


Untuk semua teman-teman yang sudah kuanggap seperti saudara,
 Saudara terindah di Jalan Dawah ini
Kupanjat doa dan rinduku selalu :

Jika air jalinan cinta kita berbeda

Air kita tetap menetes dari awan yang sama

Atau jika nasab kita yang berbeda

Kita disatukan oleh agama

Yang kita dudukkan laksana orang tua

Jika pertemuan di dunia itu sudah bermakna

Maka di padang makhsyar pun kita akan berjumpa

Engkau persaudarakan kami di atas cinta kepada Allah

Harta benda tidak akan mempengaruhi persaudaraan ini

(Dr. A’idh Al Qorni, M.A)

Have a boring time

Huft,, boring. Its time  make me dizzy, I am very boring for a long time. And the poor this is a start from the holiday. Ouch,,, :(, okey let  me tell about my activity no one for going or walking can make me feel better. I think I need  friends to more talks,, I miss everyone who kind to me, I miss them. Where are they going to go???  Reading, Watching, Listening, or Bloging no one hhhha :'(.  Sometimes If I boring, I spent time to shoping and now I have not much money to buy anything I like Or maybe I miss someone,,haahaa. What a foolish me. I hope the Holy Quran can make me feel better. Maybe the first I must make a planning and schedule, okey lets a begin. Start from I finished writing this and reading a Holy Quran :). If you have boring, are you doing for freedom yourself?? 


Minggu, 10 Juni 2012

Bukan Galau

Biarkan saja tak ada lagi yang indah 
Karena yang indah itu hanya milik Allah
Bukankah yang indah itu akan datang pada waktunya
Rahasia Indah itu milik Allah entahlah siapa yang akan menjadi pendampingku kelak 
Tapi aku yakin seseorang itu yang terbaik yang allah pilihkan untukku 

"Waiting For The End"


[Mike:]
This is not the end, this is not the beginning
Just a voice like a riot rocking every revision
But you listen to the tone and the violent rhythm
Though the words sound steady something empty's within them
We say yeah with fists flying up in the air
Like we're holding onto something that's invisible there
Cause we're living at the mercy of the pain and the fear
Until we dead it, forget it, let it all disappear

[Chester:]
Waiting for the end to come
Wishing I had strength to stand
This is not what I had planned
It's out of my control
Flying at the speed of light
Thoughts were spinning in my head
So many things were left unsaid
It's hard to let you go

I know what it takes to move on
I know how it feels to lie
All I want to do
Is trade this life for something new
Holding on to what I haven't got

Sitting in an empty room
Trying to forget the past
This was never meant to last
I wish it wasn't so

I know what it takes to move on
I know how it feels to lie
All I want to do
Is trade this life for something new
Holding on to what I haven't got

[Mike:]
What was left when that fire was gone
I thought it felt right but that right was wrong
All caught up in the eye of the storm
And trying to figure out what it's like moving on
And I don't even know what kind of things I said
My mouth kept moving and my mind went dead
So I'm picking up the pieces, now where to begin
The hardest part of ending is starting again

[Chester(till end):]
All I want to do
Is trade this life for something new
Holding on to what I haven't got
I'm holding on to what I haven't got
I'm holding on to what I haven't got

[Mike:]
This is not the end, this is not the beginning
Just a voice like a riot rocking every revision
But you listen to the tone and the violent rhythm
Though the words sound steady something empty's within them
We say yeah with fists flying up in the air
Like we're holding onto something that's invisible there
Cause we're living at the mercy of the pain and the fear
Until we dead it, forget it let it all disappear

Carilah Cinta



Carilah cinta yang sejati


yang ada hanyalah padanya
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padanya yang Esa


Carilah cinta yang abadi
yang ada hanya padanya
Carilah kasih yang kekal selamanya
Yang ada hanyalah pada Tuhanmu
a....
Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang di redahi


Carilah cinta yang sejati
yang ada hanya padanya
Carilah cinta yang hakiki
Yang hanya padanya yang Esa


Namun janjinya
Kepada Hamba-Nya
Tidak pernah dimungkiri
dan tidak pernah melupakanmu


Di dalam mencari cinta yang sejati
Banyaknya ranjau kan ditempuhi
Di dalam mendapat cinta yang hakiki
Banyaknya onak yang di redahi


Namun janjinya
Kepada Hamba-Nya
Tidak pernah dimungkiri
dan tidak pernah melupakanmu


Yakinlah kepada Tuhan-Mu
Kerna dialah cinta hakiki
Kerna dialah cinta hakiki
Kerna dialah cinta yang hakiki




*Bait-baitnya yang selalu mengingatkan diri ini, untuk selalu menjaga hati dan cinta hahaha

Ya Allah


Wahai Zat Yang nama Nya adalah penghilang lara. Menyebut Nya adalah kesembuhan. Dan kepatuhan pada Nya adalah kekayaan. 


Karena aku tahu, karena aku yakin, karena aku menanti bahwa segala keputusan-Mu adalah yang terbaik untukku. Aku tidak mengetahui sedangkan engkau Maha Mengetahui :)
Aku percayakan segala urusanku padaMu Ya Allah :')
Bahagianya diri atas keimanan yang kau berikan
 Terima Kasih Ya Allah

Rindu

Kabari aku tentang keadaanmu, meski aku bukan kekasihmu. 
Beri tahu kisahmu, meski ku tak berhak tahu. Jika hari ini kubertanya tentang keadaanmu, itu hanya sapaan seorang sahabat. Sahabat yang merindukan sosok seperti mu 
Doa ku Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah

Sebaik-baik Perhiasan

Ad-dunya mata', khoirul mata' al mar'atus shalihah
 Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah Wanita shalihah. 

Keutamaan Orang yang Berinteraksi dengan Al Qur'an

“Sesunggunya Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Diriwayatkan daipada Abu Umamah ra, katanya:
Aku medengar Rasulullah saw bersabda:
“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.”
(Riwayat Muslim)

Diriwayatkan dari pada Ibnu Umar ra, dari pada Nabi saw,
“Tidak bisa iri hati, kecuali kepada dua seperti orang: yaitu orang lelaki yang diberi Allah swt pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah swt harta, kemudian dia menafkahkannya sepanjang malam dan siang.”
(Riwayat Bukhari & Muslim)



“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.
(Riwayat Abu Isa Muhammad bin Isa At-Tirmidzi dan katanya: hadits Hasan Shahih)

“Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebiak-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya."
(Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits hasan)


Diriwayatkan dari Mu’adz bin Anas ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.”
(Riwayat Abu Dawud)

Ad-Darimi meriwayatkan dengan isnadnya dari Abdullah bin mas’ud daripada Nabi saw:

“Bacalah Al-Qur’an karena Allah tidak menyiksa hati yang menghayati Al-Qur’an. Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah jamuan Allah, maka siapa yang masuk di dalamnya, dia pun aman. Dan siapa mencintai Al-Qur’an, maka berilah kabar gembira"













Semua Tergantung Niat


Hadits Ke-1

Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadits; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadits)

Kedudukan Hadits
Materi hadits pertama ini merupakan pokok agama. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Ada Tiga hadits yang merupakan poros agama, yaitu hadits Úmar, hadits Aísyah, dan hadits Nu’man bin Basyir.” Perkataan Imam Ahmad rahimahullah tersebut dapat dijelaskan bahwa perbuatan seorang mukallaf bertumpu pada melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Inilah halal dan haram. Dan diantara halal dan haram tersebut ada yang mustabihat (hadits Nu’man bin Basyir). Untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dibutuhkan niat yang benar (hadits Úmar), dan harus sesuai dengan tuntunan syariát (hadits Aísyah).

Setiap Amal Tergantung Niatnya
Diterima atau tidaknya dan sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niatnya. Demikian juga setiap orang berhak mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya dalam beramal. Dan yang dimaksud dengan amal disini adalah semua yang berasal dari seorang hamba baik berupa perkataan, perbuatan maupun keyakinan hati.

Ayo Luruskan Niat! Semua harus karena Allah, semoga kita termasuk kedalam orang yang selalu memperbaharui niat aamiin :)

The Reason lyrics

Songwriters: Estrin, Daniel; Hesse, Chris; Lappalainen, Markku; Robb, Douglas;


I'm not a perfect person
There's many things I wish I didn't do
But I continue learning
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know


I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
And the reason is you


I'm sorry that I hurt you
It's something I must live with every day
And all the pain I put you through
I wish that I could take it all away
And be the one who catches all your tears
That's why I need you to hear


I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
And the reason is you


And the reason is you
And the reason is you
And the reason is you


I'm not a perfect person
I never meant to do those things to you
And so I have to say before I go
That I just want you to know


I've found a reason for me
To change who I used to be
A reason to start over new
And the reason is you


I've found a reason to show
A side of me you didn't know
A reason for all that I do
And the reason is you