Welcome

Welcome To My Blog

Jumat, 21 Desember 2012

PERENCANAAN #refleksiakhirtahun


Allah menginginkan perencanaan dalam hidup hambaNya

#refleksiakhirtahun

malam renungan tdk sama dengan muhasabah/evaluasi diri

#refleksiakhirtahun

yang terpenting adalah menambah nilai hidup bukan volume hidup

#refleksiakhirtahun

Hidup sebentar prestasi padat #refleksiakhirtahun

Evaluasi akan terukur jk indikatornya tertulis (perencanaan)

#refleksiakhirtahun

Perencanaan itu Ibadah, Ilmu, Karya, Finansial

#refleksiakhirtahun

Ilmu itu harus bertambah seiringnya bertambah masalah

#refleksiakhirtahun

Evaluasi harus ada data tidak bisa disclaimer dengan kira2

#refleksiakhirtahun

Dengan ilmu masalah besar jadi kecil, tanpa ilmu masalah kecil

jadi besar #refleksiakhirtahun

dan pd akhirnya harus menjadi min. salah satu pilar

pembangunan : Pemimpin, Konglongmerat, Ilmuan, Profesional

#refleksiakhirtahun

Buat Perencanaan untuk 2013 :) #refleksiakhirtahun

#refleksiakhirtahun,, mari evaluasi diri semoga 2013 lebih

baik :)

#refleksiakhirtahun Semoga Perencanaan di 2013 dapat

terealisasikan :)


Taujih Ust.Suparyono Garuda Keadilan Garuda Keadilan Depok

Sabtu, 01 Desember 2012

Pemuda yang dicintai Allah



“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata: "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran." QS. Al kahfi 13-14



Ciri yang pertama : Allah mengatakan, mereka itu adalah pemuda. Pemuda yang bagaimana yang dipuji oleh Allah ini? Allah katakana mereka adalah pemuda yang amanu, pemuda yang mempunyai keyakinan, pemuda yang mempunyai kedalaman iman dan pemuda yang memiliki keteguhan hati. Dan kekuatan……kekuatan itu bersumber dari imannya kedapa Allah SWT.

Ciri yang kedua, pemuda hari ini adalah pemuda yang selalu meminta kekuatan kepada Allah dalam langkah perjuangannya, pemuda yang memohon petunjuk kepada Allah akan arah perjuangannya dan pemuda yang meminta kepada Allah agar di mudahkan dan dikuatkan dalam perjuangannya. Pemuda hari ini harus lebih mendekatkan diri kepada Allah agar diberikan petunjuk yang jika Allah SWT inginkan maka tak ada seorang jua pun yang dapat menghilangkannya dari hadapan.

Kemudaian ciri yang ketiga adalah, Warabatna ala kulubihim. Kata Allah, kami teguhkan hatinya, kami kokohkan tekadnya, kami gembleng keyakinannya… Para pemuda harus memiliki keteguhan hati. Dalam langkah perjuangan bukan tak mungkin banyak hal yang selalu menyebabkan diri ingin meninggalkan medan pertempuran, mundur mengalah dan lemah akan cobaan yang ada. Namun pemuda dituntut untuk berupaya sekeras mungkin seraya memohon kepada Allah agar diberikan keteguhan hati tatkala berjuang seperti pada pemuda diri kahfi.

Kemudian Allah menggambarkan karakter perjuangan pemuda, idzkomu fakolu. Ini adalah cirikeempat yang harus dimiliki pemuda yakni mereka bangkit dan berkata. Pemuda tidak rela untuk duduk-duduk, pemuda tidak rela untuk berpangku tangan, dia selau bangkit dan bangkit untuk terus berjuang….Pemuda, selamanya mempunyai semangat kebangkitan ketika yang lain lumpuh. Pemuda selamanya mempunyai semangat kebangkitan ketika yang lainnya lesu. Pemuda selalu memberikan inspirasi akan kebangkitan ketika yang lain bosan. Pemuda bersifat deklaratif, bersifat proklamatif, dan berjuang dengan atraktif. Pemuda tidak pernah menutup mulutynya karena ketakutan, pemuda tidak pernah gemetaran kakinya karena ancaman, pemuda tidak pernah lunglai lututnya karena tekanan dan penderitaan.

Samarinda, 27 Oktober 2012Oleh : Dwipa Aprianur, Samarinda Kalimantan Timur

Menikah Itu Untuk Selamanya



Menikah Itu Untuk Selamanya 

Pernikahan tidak boleh diniatkan untuk jangka waktu tertentu. Saat melaksanakan akad nikah, tidak boleh terbersit ada pikiran untuk membatasi usia pernikahan dalam suatu rentang waktu. Pernikahan tidak boleh bermotivasi coba-coba, atau eksperimen, atau semacam itu.

“Sekarang yang penting nikah dulu, besok kalau tidak cocok ya cerai saja”.

“Sekarang dicoba dulu, kalau bahagia diteruskan, kalau tidak bahagia cerai saja”.

Jangan pernah berpikir untuk bercerai. Jangan ada kalimat “kalau nanti tidak cocok”. Nikah itu diniatkan seumur hidup, selamanya. Bukan suatu eksperimen atau percobaan. Oleh karena itu, dalam menempuh proses dari awalnya, harus disertai kelurusan dan kekuatan motivasi. Pernikahan adalah sebuah gerbang kehidupan, yang akan menentukan corak atau warna seseorang dalam waktu yang lama. Kebaikan atau keburukan seseorang, bermula dari kondisi keluarga.

Pernikahan adalah ibadah. Di dalamnya kita tengah menunaikan ketentuan-ketentuan agama yang sakral. Berhubungan suami isteri saja, dinilai sebagai ibadah. Maka ada adab atau etika yang menyertai prosesi hubungan suami isteri. Kenikmatan yang bisa didapatkan dari hubungan seksual adalah bagian dari rasa kesyukuran kepada kemurahan Tuhan. Karena ada dimensi ketuhanan yang sangat kuat dalam keluarga, tidak layak menjadikan pernikahan sebagai permainan atau coba-coba.

Menghadapi Keguncangan Rumah Tangga 

Tidak ada keluarga yang tanpa masalah. Semua keluarga pasti memiliki sejumlahj permasalahan. Namun keguncangan dalam rumah tangga sesungguhnya bisa diselesaikan. Berbagai persoalan, konflik, ketidakcocokan dan lain sebagainya, harus bisa dihadapi dengan sepenuh kesiapan jiwa. Suami dan isteri harus berada dalam posisi yang sama setiap kali bertemu persoalan kerumahtanggaan.

“Ini masalah kamu, bukan masalahku”.

“Kamu yang bermasalah, bukan aku”.

Kalimat-kalimat tersebut sangat arogan dan akan semakin memperuncing permasalahan. Semestinya suami dan isteri saling mendekat, dan bersama-sama mengupayakan jalan keluar dari setiap masalah yang datang. Tidak bersikap saling menyalahkan, tidak bersikap saling melempar kesalahan. Namun memahaminya sebagai persoalan bersama.

“Ini masalah kita berdua. Ayo kita selesaikan bersama”.

Kalimat itu lebih positif dan menyejukkan jiwa. Suami dan isteri harus mampu melampaui setiap persoalan yang datang menghadang, karena memang tidak bisa dihindarkan. Yang bisa kita lakukan adalah menghadapinya dengan pikiran jernih, hati bening, jiwa terbuka, sehingga semua masalah mampu kita jadikan sarana menguatkan rasa cinta dalam keluarga.

Selamat pagi, selamat beraktivitas.
Cahyadi Takariawan
Penulis Buku "Wonderful Family", Senior Editor PT Era Adicitra Intermedia, Anggota IKAL-XLV, Pengasuh Pengajian Permata (Pernik-pernik Rumah Tangga)